Urgensi mantainability dari suatu software

Pemeliharaan suatu software pada dasarnya akan mencakup penyesuaian dan meningkatkan suatu software yang biasanya dilakukan dengan cara melakukan audit dan evaluasi secara periodik dan dengan membuat perubahan berdasarkan kondisi-kondisi baru. Dalam hal ini sekalipun suatu software baru telah diaplikasikan dengan mengkoneversi softaware lama yang dianggap sudah lengkap, bahkan kepada pengguna sudah dilakukan pelatihan secara memadai namun sebagaimana lazimnya sebuah sistem terkait kepentingan dimana suatu software tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Oleh karenanya sebagai bagian dari daur hidup sebuah sistem maka sebuah software juga harus melalui tahap berikutnya setelah diimplementasikan, yaitu proses  monitoring (pemantauan).  Monitoring ini dilakukan guna memastikan bahwa software dibangun dan dimplementasikan dapat dinyatakan berhasil.

Proses monitoring ini merupakan bagian dari tahap (fase) terakhir dari daur hidup sistem yaitu fase pemeliharaan. Dalam fase pemeliharaan ini urgensinya tidak hanya menjaga agar mesin tetap berjalan, namun juga meng-upgrade dan meng-update system agar bisa mengikuti perkembangan bisnis dan operasional termasuk produk, jasa, layanan, perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah serta ketentuan lain yang berlaku.

Fase pemeliharaan juga menjadi hal yang penting (urgent) dimana biaya pemeliharaan sebuah software akan bergerak mengikuti arah waktu dan tuntutan dari organisasi.  Setelah beberapa saat setelah softaware diimplementasikan, biaya pemeliharaan sebuah softaware akan meningkat seiring makin banyaknya usaha untuk mempertahankan sistem agar tetap responsive terhadap kebutuhan organisasi. Dalam beberapa hal, biaya pemeliharaan ini bisa membengkak, dan hal ini menjadi sinyal atau tanda bagi manajemen dalam mengambil sebuah keputusan kapan akan dilakukan pengembangan sistem atau software yang baru guna menggantikan sistem atau softaware lama.

Oleh karenanya mantainability dari sebuah software sudah selayaknya dipertimbangkan dari tahap awal hingga akhir dari pengembangan software atau sistem dalam kerangka yang lebih luas.

Unsur maintainability dalam pengembangan software termasuk dalam Product Operations yaitu kemampuan software dalam menjalani perubahan. Setelah sebuah software berhasil dikembangkan dan diimplementasikan, akan terdapat berbagai hal yang wak perlu diperbaiki berdasarkan hasil uji coba maupun evaluasi. Sebuah software yang dirancang dan dikembangkan dengan baik, akan dengan mudah dapat direvisi jika diperlukan. Seberapa jauh software tersebut dapat diperbaiki merupakan faktor lain yang harus diperhatikan.

Sebuah software yang dirancang dan dikembangkan dengan baik, akan dengan mudah dapat direvisi jika diperlukan. Seberapa jauh software tersebut dapat diperbaiki merupakan faktor lain yang harus diperhatikan.

Pemeliharaan system (system maintenance) dilaksanakan untuk tiga alasan:

  • Memperbaiki kesalahan

Penggunaan system mengungkapkan kesalahan (bugs) dalam program atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian system. Kesalahan-kesalahan ini dapat diperbaiki.

  • Menjaga kemutakhiran system

Perubahan-perubahan sebagai akibat berlalunya waktu mengharuskan modifikasi dalam rancangan atau perangkat lunak.

  • Meningkatkan system

Saat manajer menggunakan system, mereka melihat cara-cara membuat peningkatan. Saran-saran ini diteruskan kepada spesialis informasi yang memodifikasi system sesuai saran tersebut.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>